Rangkuman Meteri Ilmu Pendidikan

Menu
  • Home
  • Static Page
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Button
  • Error
  • Surprise Me
Uncategories Pendekatan Penelitian Kualitatif

Pendekatan Penelitian Kualitatif

Pendekatan kualitatif, yaitu suatu pendekatan yang tidak menggunakan upaya kuantifikasi atau perhitungan-perhitungan statistik, melainkan lebih menekankan kepada kajian interpretatif. Sebagaimana menurut Kerlinger (2000:18) yang menyatakan bahwa pendekatan atau ancangan ilmiah merupakan bentuk sistematis yang khusus dari seluruh pemikiran dan telaah reflektif. Pendekatan kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini berimplikasi pada penggunaan ukuran-ukuran kualitatif secara konsisten, artinya dalam pengolahan data, sejak mereduksi, menyajikan dan memverifikasi dan menyimpulkan data tidak menggunakan perhitungan-perhitungan secara matematis dan statistik, melainkan lebih menekankan pada kajian interpretatif.
Penelitian kualitatif sering disebut penelitian naturalistik (naturalistic inquiry), karena penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alamiah dan wajar atau 'Natural setting', (Lincoln dan Guba, 1985:189) bukan situasi buatan. Disebut Natural setting karena kelas yang merupakan fenomena kajian dalam penelitian ini, hanya akan bermakna apabila ditelaah manusianya (yaitu guru dan para siswa) dalam dunia kelasnya secara kontekstual, (Lincoln dan Guba, 1985:189).
Konstruksi realitas kelas tidak dapat dipisahkan dari pengalaman para siswa dan guru yang terlibat di dalamnya. Oleh karenanya observasi yang dilakukan terhadap berbagai kegiatan pembelajaran di kelas, sangat terikat oleh konteks dan waktu (time and context dependent). Penelitian naturalistik termasuk ke dalam tradisi kualitatif yang ditandai oleh sifat-sifat atau karakter prosesnya yang induktif, konstruktif, dan subjektif. Creswell (1998:15) mengemukakan bahwa:
Qualitative research is an inquiry process of understanding based on distinct methodological traditions of inquiry that explore a social or human problem. The researcher builds a complex, holistic picture, analyses words, reports detailed views of informants, and conducts the study in a natural setting.

Kutipan di atas dapat dijelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah proses penelitian untuk memahami berdasarkan tradisi metode penelitian tertentu dengan cara menyelidiki masalah sosial atau manusia. Peneliti membuat gambaran kompleks bersifat holistik, menganalisis kata-kata, melaporkan pandangan-pandangan para informan secara rinci, dan melakukan penelitian dalam situasi alamiah.
Menurut Lincoln dan Guba (1985:7-8), mengemukakan bahwa naturalistik adalah:
Bentuk lain dari naturalistik itu sendiri selain nama-nama lain yang juga acuannya naturalistik yaitu postpositivistik, ethnographik, phenomenological, subjectif, case study, hermeneutik, dan humanistik. Bentuk-bentuk naturalistik timbul karena peneliti memilih cara pandang dan tujuan yang berbeda-beda di dalam melakukan penelitiannya.

Noeng Muhadjir (2000:18), menjelaskan bahwa "penelitian naturalistik berlandaskan fenomenologi disepadankan dengan pendekatan fenomenologi, (Lincoln dan Guba, 1985:7) menuntut pendekatan holistik, mendudukkan obyek penelitian dalam suatu konstruksi ganda, melihat obyeknya dalam satu konteks natural, bukan parsial".
Menurut Nasution (2003:5), bahwa penelitian naturalistik pada hakekatnya ialah : "mengamati orang dalam lingkungan hidupnya berinteraksi dengan mereka, berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya". Metode kualitatif sangat tepat digunakan untuk penelitian ilmu pengetahuan sosial (IPS), hal ini sejalan dengan pendapat Kerlinger (1990:9) mengemukakan bahwa "penelitian naturalistik ini sebagai sebuah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung pada pongamatan manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasa dan peristilahannya". Peneliti naturalistik harus dapat mengamati manusia dalam kawasannya sendiri dan berhubungan dengan orang-orang tersebut dalam bahasa dan peristilahannya agar dapat menginterpretasikan data yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan penelitian.
Bogdan dan Biklen (1992:31), menjelaskan sebagai peneliti naturalistik "ia akan menaruh perhatiannya untuk memahami perilaku, pandangan, persepsi, sikap, dan lain-lainnya berdasarkan pandangan subjek, yang diteliti sendiri ".
Ciri umum yang ditampilkan dalam penelitian naturalistik, sebagaimana dikemukakan Bogdan dan Taylor ( 1975:5), bahwa:
Penelitian kualitatif merupakan penelitian yang dihasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Data yang dikumpulkan melalui penelitian kualitatif, lebih berupa kata-kata dari pada angka-angka.

Sejalan dengan ciri-ciri tersebut, Nasution (2003:10) secara terperinci menjabarkan karakteristik penelitian naturalistik, di antaranya mengutamakan :
"Perspektif 'emic, artinya lebih mementingkan pandangan responden, yakni bagaimana ia memandang dan menafsirkan dunia dari segi pendiriannya. Peneliti tidak memaksa menafsirkan sendiri. Peneliti tidak mendesakkan pandangannya sendiri. Peneliti memasuki lapangan, tanpa generalisasi, seakan¬akan tidak mengetahui sedikitpun, sehingga mendapat perhatian penuh kepada konsep-konsep yang dianut partisipan Sedangkan pandangan peneliti atau 'etic dalam penelitian naturalistik tidak boleh ditonjolkan".

Atas dasar itulah maka penelitian ini diarahkan untuk memahami latar alamiah secara utuh, yang tidak terlepas dari konteksnya sebab hanya dengan keutuhan itu dapat dipahami permasalahan yang ingin diteliti. Di samping itu juga metode penelitian naturalistik lebih tepat digunakan dalam penelitian ini karena apa yang, diteliti berkaitan dengan kegiatan dan perilaku kehidupan budaya manusia.
Unknown
Add Comment
Sabtu, 21 Agustus 2010
  • Tweet
  • Share
  • Share
  • Share
  • Share

About Admin Lycoris

This is dummy text. It is not meant to be read. Accordingly, it is difficult to figure out when to end it. But then, this is dummy text. It is not meant to be read. Period.

Related Posts

Total Tayangan Halaman

  • …

  • …

Weekly Posts

  • Prinsip Dasar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
    Prinsip dasar pembelajaran PKn mengacu pada sejumlah prisip dasar pembelajaran. Menurut pendapat Budimansyah (2002:8) prinsip-prinsip pembel...
  • Prinsip Dasar Penelitian Sejarah Lisan
    Penelitian sejarah lisan membutuhkan suatu metode pengumpulan data atau bahan penulisan sejarah yang dilakukan oleh peneliti sejarah melalu...
  • Politik Luar Negeri Indonesia Bebas Dan Aktif oleh Indah Haryani 9B
    A. Politik Luar Negeri Indonesia Bebas dan Aktif Perang Dunia II berakhir, keadaan dunia dikuasai oleh dua kekuatan yang berideologi be...
  • Hasil Kebudayaan Manusia Purba di Indonesia
    Sejak zaman Pleistosen Bawah telah ada jenis manusia purba yang sudah  menghasilkan alat-alat hidup dan budaya. Bukti bahwa Pithecanthropus...
  • Teori Perkembangan Manusia
    Manusia mulai muncul di muka bumi sejak zaman Neozoikum, tepatnya pada kala Holosen atau zaman Alluvium yang berkembang sejak 20.000 tahun y...
  • Langkah-Langkah Penelitian Sejarah
    1.Heuristik Heuristik berasal dari kata Yunani,  heuriskein , artinya menemukan. Heuristik, maksudnya adalah tahap untuk mencari, menemukan,...
  • Dampak Globalisasi oleh Kristian wulandari 9B
                                                                                               DAMPAK GLOBALISASI A. DAMPAK POSITIF DAN NEGA...
  • Pendekatan Penelitian Kualitatif
    Pendekatan kualitatif, yaitu suatu pendekatan yang tidak menggunakan upaya kuantifikasi atau perhitungan-perhitungan statistik, melainkan le...
  • Sejarah Kota Surabaya
    Pada tahun 1612 Surabaya sudah merupakan bandar perdagangan yang ramai. Banyak pedagang Portugis membeli rempah-rempah dari pedagang pribumi...
  • Ketrampilan Berpikir Kritis
    Keterampilan Berpikir Kritis Berpikir kritis adalah kegiatan menganalisis ide atau gagasan ke arah yang lebih spesifik, membedakannya secara...

Label

  • Asal-Usul Persebaran Manusia di Indonesia
  • Fungsi Pkn
  • Kehidupan Awal Manusia di Indonesia
  • Lingkup Ilmu Sejarah
  • Peradaban Awal Masyarakat Indonesia
  • Praaksara Dan Masa Aksara
  • Prinsip Dasar Penelitian Sejarah
  • Sejarah Indonesia

Contact

Nama

Email *

Pesan *

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2016 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2013 (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2012 (30)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (7)
    • ►  Februari (10)
    • ►  Januari (6)
  • ▼  2010 (10)
    • ►  September (1)
    • ▼  Agustus (4)
      • Metode Penelitian Study Kasus
      • Pendekatan Penelitian Kualitatif
      • Kurikulum & Bahan Ajar PKn Persekolahan
      • Prinsip Dasar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
    • ►  Juni (1)
    • ►  Mei (4)
  • ►  2008 (4)
    • ►  Juni (4)
Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © 2014 Rangkuman Meteri Ilmu Pendidikan All Right Reserved
Blogger Templates Created by Arlina Design