Rangkuman Meteri Ilmu Pendidikan

Menu
  • Home
  • Static Page
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Dropmenu
    • Dropmenu 1
    • Dropmenu 2
    • Dropmenu 3
    • Dropmenu 4
    • Dropmenu 5
  • Button
  • Error
  • Surprise Me
Uncategories Karakteristik Pendidikan Kewarganegaraan

Karakteristik Pendidikan Kewarganegaraan

 Karakteristik Pendidikan Kewarganegaraan 
Sebagaimana lazimnya suatu bidang studi yang diajarkan di sekolah, materi Pendidikan Kewarganegaraan menurut Branson (1999:4) harus mencakup tiga komponen, yaitu Civic Knowledge (pengetahuan Kewarganegaraan), Civic Skills (keterampilan Kewarganegaraan), dan Civic Disposition (watak-watak Kewarganegaraan). Komponen pertama, civic knowledge “berkaitan dengan kandungan atau nilai apa yang seharusnya diketahui oleh warga negara” (Branson, 1999:8). Aspek ini menyangkut kemampuan akademik-keilmuan yang dikembangkan dari berbagai teori atau konsep politik, hukum dan moral. Dengan demikian, mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan merupakan bidang kajian multidisipliner. Secara lebih terperinci, materi pengetahuan Kewarganegaraan meliputi pengetahuan tentang hak dan tanggung jawab warga negara, hak asasi manusia, prinsip-prinsip dan proses demokrasi, lembaga pemerintah dan non-pemerintah, identitas nasional, pemerintahan berdasar hukum (rule of law) dan peradilan yang bebas dan tidak memihak, konstitusi, serta nilai-nilai dan norma-norma dalam masyarakat.
Kedua, Civic Skills meliputi keterampilan intelektual (intelectual skills) dan keterampilan berpartisipasi (participatory skills) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Contoh keterampilan intelektual adalah keterampilan dalam merespon berbagai persoalan politik, misalnya merancang dialog dengan DPRD. Contoh keterampilan berpartisipasi adalah keterampilan menggunakan hak dan kewajibannya di bidang hukum, misalnya segera melapor kepada polisi atas terjadinya kejahatan yang diketahui.
Ketiga, Civic Disposition (Watak-Watak Kewarganegaraan), komponen ini sesungguhnya merupakan dimensi yang paling substantif dan esensial dalam mata pelajaran PKn. Dimensi watak Kewarganegaraan dapat dipandang sebagai "muara" dari pengembangan kedua dimensi sebelumnya. Dengan memperhatikan visi, misi, dan tujuan mata pelajaran PKn, karakteristik mata pelajaran ini ditandai dengan penekanan pada dimensi watak, karakter, sikap dan potensi lain yang bersifat afektif.
Berdasarkan rumusan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) antara lain menyatakan bahwa kurikulum untuk jenis pendidikan umum, pada jenjang pendidikan menengah, terdiri atas lima kelompok mata pelajaran. Pendidikan Kewarganegaraan termasuk dalam kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian. Kelompok mata pelajaran ini dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Di dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional menyatakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan wajib dimasukkan di dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Dalam penjelasan Pasal 37 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, menyatakan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air.
Unknown
Add Comment
Senin, 24 Mei 2010
  • Tweet
  • Share
  • Share
  • Share
  • Share

About Admin Lycoris

This is dummy text. It is not meant to be read. Accordingly, it is difficult to figure out when to end it. But then, this is dummy text. It is not meant to be read. Period.

Related Posts

Total Tayangan Halaman

  • …

  • …

Weekly Posts

  • Prinsip Dasar Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
    Prinsip dasar pembelajaran PKn mengacu pada sejumlah prisip dasar pembelajaran. Menurut pendapat Budimansyah (2002:8) prinsip-prinsip pembel...
  • Prinsip Dasar Penelitian Sejarah Lisan
    Penelitian sejarah lisan membutuhkan suatu metode pengumpulan data atau bahan penulisan sejarah yang dilakukan oleh peneliti sejarah melalu...
  • Politik Luar Negeri Indonesia Bebas Dan Aktif oleh Indah Haryani 9B
    A. Politik Luar Negeri Indonesia Bebas dan Aktif Perang Dunia II berakhir, keadaan dunia dikuasai oleh dua kekuatan yang berideologi be...
  • Hasil Kebudayaan Manusia Purba di Indonesia
    Sejak zaman Pleistosen Bawah telah ada jenis manusia purba yang sudah  menghasilkan alat-alat hidup dan budaya. Bukti bahwa Pithecanthropus...
  • Teori Perkembangan Manusia
    Manusia mulai muncul di muka bumi sejak zaman Neozoikum, tepatnya pada kala Holosen atau zaman Alluvium yang berkembang sejak 20.000 tahun y...
  • Langkah-Langkah Penelitian Sejarah
    1.Heuristik Heuristik berasal dari kata Yunani,  heuriskein , artinya menemukan. Heuristik, maksudnya adalah tahap untuk mencari, menemukan,...
  • Dampak Globalisasi oleh Kristian wulandari 9B
                                                                                               DAMPAK GLOBALISASI A. DAMPAK POSITIF DAN NEGA...
  • Pendekatan Penelitian Kualitatif
    Pendekatan kualitatif, yaitu suatu pendekatan yang tidak menggunakan upaya kuantifikasi atau perhitungan-perhitungan statistik, melainkan le...
  • Sejarah Kota Surabaya
    Pada tahun 1612 Surabaya sudah merupakan bandar perdagangan yang ramai. Banyak pedagang Portugis membeli rempah-rempah dari pedagang pribumi...
  • Ketrampilan Berpikir Kritis
    Keterampilan Berpikir Kritis Berpikir kritis adalah kegiatan menganalisis ide atau gagasan ke arah yang lebih spesifik, membedakannya secara...

Label

  • Asal-Usul Persebaran Manusia di Indonesia
  • Fungsi Pkn
  • Kehidupan Awal Manusia di Indonesia
  • Lingkup Ilmu Sejarah
  • Peradaban Awal Masyarakat Indonesia
  • Praaksara Dan Masa Aksara
  • Prinsip Dasar Penelitian Sejarah
  • Sejarah Indonesia

Contact

Nama

Email *

Pesan *

Mengenai Saya

Unknown
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

  • ►  2016 (1)
    • ►  Januari (1)
  • ►  2014 (1)
    • ►  Juli (1)
  • ►  2013 (2)
    • ►  September (1)
    • ►  Maret (1)
  • ►  2012 (30)
    • ►  Desember (1)
    • ►  Oktober (6)
    • ►  September (7)
    • ►  Februari (10)
    • ►  Januari (6)
  • ▼  2010 (10)
    • ►  September (1)
    • ►  Agustus (4)
    • ►  Juni (1)
    • ▼  Mei (4)
      • PENGERTIAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
      • Ketrampilan Berpikir Kritis
      • Karakteristik Pendidikan Kewarganegaraan
      • Tujuan dan Fungsi Pkn
  • ►  2008 (4)
    • ►  Juni (4)
Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © 2014 Rangkuman Meteri Ilmu Pendidikan All Right Reserved
Blogger Templates Created by Arlina Design